Piala Dunia Qatar Tetap Jadi Kancah Extravaganza Sepak Bola Dunia

Perhelatan akbar empat tahunan segera akan dimulai besok 20 November di Doha. Terdapat 8 stadion modern yang telah siap menjadi tempat 64 pertandingan sampai dengan 18 Desember yang akan datang. Terlepas dari tidak ikut sertanya beberapa negara ranking 32 besar FIFA, seperti Italia (7), Kolumbia (17), dan Swedia (20), tak ayal lagi, turnamen Piala Dunia di Qatar tetap menjadi kancah extravaganza sepak bola dunia.

Belanda Qatar Senegal Ekuador. Belanda jelas favorit kuat. Mantan finalis 3x dan juara Eropa 1988 memiliki skuad pemain yang mumpuni, baik Benteng Amsterdam, Van Dijk dan De Light, maupun pemain muda seperti Jurien Timber (21).

Pertanyaannya, siapa yang akan mendampingi Belanda ke babak 16 besar? Tuan rumah Qatar adalah juara Piala Asia 2019. Senegal juara Piala Afrika 2021, dan Ekuador perempat finalis Copa America 2021. Senegal dengan pemain bintang Kiper Edouard Mendy (Chelsea), back tangguh Kalidou Koulibaly (Chelsea), dan winger Sadio Mane (Bayern), selayaknya menjadi favorit ke babak 16.

Inggris Iran AS Wales. Grup yang sarat dengan perbedaan politik. Inggris langganan Piala Dunia dan juara 1966 pantas menjadi favorit.

Semi finalis Piala Dunia Rusia 2018 dan Finalis Euro 2020 memiliki talenta pada setiap lini. Kali ini, gelandang Jude Bellingham (Borussia Dortmund 19) berpeluang jadi bintang. Persaingan untuk tiket kedua menjadi sengit dan Iran yang ranking FIFAnya terendah di Grup ini (19) memiliki peluang dengan kohesitas tim yang sudah lama bersatu dng coach asal Argentina Carlos Queiroz

Argentina Polandia Mexico Saudi Arabia Argentina favorit kuat juara Piala Dunia kali ini. Keseimbangan antar lini dengan pemain berpengalaman di kompetisi Eropa merupakan modal utama.

Saatnya Messi melengkapi gelar juara. Polandia dua kali semifinalis Piala Dunia (1974 & 1982) belum juga memiliki pemain yang bisa mendukung Lewandowski. Mexico dengan semangat tim dan sejarah selalu bisa melaju ke babak 16 menjadi saingan berat Polandia.

Sementara Saudi rasanya kembali menjadi penggembira kali ini. Perancis Denmark Australia Tunisia Sepertinya lebih mudah menebak hasil grup ini.

Anehnya 4 tahun lalu, kecuali Tunisia, mereka juga satu grup. Kali ini Perancis datang dengan misi untuk menjadi tim pertama yang bisa back to back jadi juara. Mereka memiliki modal untuk itu, walau duo gelandang hebat, Kante dan Dogba, tidak bisa ikut karena cedera.

Lini depan Perancis adalah yang 'termewah'. Mbappe berpeluang kembali menjadi bintang setelah menjadi pemain muda terbaik di Rusia. Denmark membuat kejutan sebagai semifinalis Euro 2020 dan menang dalam 2x pertandingan akhir vs Perancis.

Australia dan Tunisia kali ini kembali menjadi pelengkap grup. Spanyol Jerman Jepang Kostarika. Grup ini berpeluang menjadi grup 'riuh'.

Spanyol menjadi favorit kali ini dengan tim yang lebih utuh. Setiap lini memiliki pemain yang tangguh. Menarik untuk melihat sepakterjang Gavi, yang baru berusia 18 tahun.

Jerman selalu berbahaya. Kali ini Pelatih Flick bisa tersenyum tidak harus memainkan false nine karena telah memiliki dua striker murni: Nicklas Fullkrug (Werder) dan bintang muda Youssiufa Moukoko (Borussia) 18 tahun. Jepang dng semangat bushido tidak dapat dipandang enteng, demikian pula Kostarika.

Namun pengalaman yang akan membedakan. Belgia Kroasia Kanada Maroko Belgia begitu menginginkan untuk menjadi juara dengan generasi emas yang sudah berusia 30an saat ini.

Semifinalis Piala Dunia Rusia ini tetap berbahaya dengan dirigen Kevin van Bruyne. Kroasia, finalis Piala Dunia Rusia, kali ini berupaya mempertahankan kehormatan dengan menuanya usia pemain seperti sang kapten Luka Modric (Real Madrid). Kanada dan Maroko sepertinya belum bisa menghalangi Belgia dan Kroasia.

Namun bola bundar, segala bisa terjadi. Brasil Serbia Swiss Kamerun Grup ini juga berpotensi 'riuh'.

Brasil jelas favorit unt juara ke 6x. Tidak pernah kehabisan stok pemain muda, kali ini minimal ada tiga pemain muda yang berpotensi bersinar, Vinicius 22 (Real Madrid), Antony 22 (MU), dan Rodrigo 21 (Real Madrid). Sang kapten Neymar sangat bermotivasi untuk Piala Dunia terakhirnya. Serbia memiliki potensi. Yg dibutuhkan adalah 'keajeg an'.

Hal yang dimiliki oleh Swiss yang selalu membuat kejutan. Kamerun harus menyelesaikan masalah intern. Sepanjang Ketua PSSI nya Samuel Eto'o tidak campur tangan urusan Coach Rigobert Song, kesatuan tim Kamerun sangat berbahaya. Sepertinya Brasil akan melenggang didampingi Swiss.

Portugal Uruguay Korea Selatan Ghana. Portugal memiliki kesempatan emas kali ini. Sang Kapten yang telah ikut 5x Piala Dunia (rekor) akan menjadikan Piala Dunia ini sebagai ajang kompensasi perseteruannya dng MU.

Didukung skuad yang cukup 'mewah' (sayang Diogo Jota cedera), Portugal harus berupaya melaju sejauh mungkin, mana tahu juara Euro 2016 akan berhasil disini. Uruguay walau diperkuat Nunez ( Liverpool) dan si gaek Suarez, sepertinya belum cukup modal. Seharusnya Korsel memanfaatkan hal ini, walau sang Kapten Son (Tottenham) belum tentu fit pasca cedera tulang mata.

Ghana akan menyulitkan jika paling tidak memaksa draw kompetitornya. Portugal akan sangat sial jika tidak bisa menjuarai grup. Sebagai warga Asia, saya berharap Korsel mendampinginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *